Memperbaiki Lampu Kepala / Head lamp Espass yang mati

Kali ini kita akan membahas, tentang cara memperbaiki lampu kepala yang mati langsung pada kendaraan.  Pada kendaraan khususnya mobil lampu kepala setiap lampu yang beredar mempunyai daya 90/100 watt, maksudnya 90watt untuk lampu dekat dan 100 watt untuk lampu jauh, pada mobil terpasang 2 lampu yaitu kanan dan kiri sehingga pada waktu bersamaan arus yang dialirkan dari aki sekitar 7 ampere setiap lampu, sehingga untuk 2 lampu aki atau batere harus mensuplay sekitar 14 ampere, tentu saja dengan arus yang sebesar ini harus di hindari masuk pada saklar kombinasi yang berada di belakang setir, jika dipaksakan akan merusak saklar kombinasi karena kabel dalam saklar kombinasi panas. dengan beban arus yang sebesar itu ditambahkanlah relay untuk memindahkan jalur arus besar tadi dari saklar ke relaysehingga beban saklar tidak lagi 2 buah lampu 90/100 watt tapi hanya sebuah relay yang hanya memerlukan 1-3 ampere, walaupun beban aki bertambah 1-3 dari akibat penambahan relay ini.

relay mempunyai 4 terminal ( 87-30, 85-86 ), pada relay angka angka ini ditunjukan posisinya ( rangkaiannya pun ada ),konsepnya adalah 

87 disambung untuk beban ( kabel besar ) , dalam hal ini adalah 2 buah lampu 90/100 watt

30 disambung untuk sumber arus ( kabel besar ) ke plus aki

85 disambung ke ground ( - aki ) bisa kabel kecil

86 disambung ke saklar ( kabel kecil ) tidak harus ke saklar kombinasi, tapi dalam hal ini adalah saklar kombinasi


kembali ke proses perbaikan lampu yang akan kita kerjakan beberapa hari ini kendaraan yang saya gunakan lampu dekatnya tidak bisa menyala, beberapa hari sebelumnya menyala dengan syarat, yaitu rumah relay harus di pencet-pencet dulu baru lampu bisa menyala, yang mana rumah relay ini  kalo dipegang terasa panas. dari sini saya menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang salah di sekitar rumah relay, maka  saya putuskan untuk membongkar rumah relay dan benar saja rumah relay sudah retak / getas dan skun2 sudah kendor karena mungkin faktor panas dan timbul karbon yang menjadi tahanan arus listrik mengalir ke relay.

sebelum saya melanjutkan untuk mengganti skun saya cek dahulu relay apakah masih dalam kondisi baik atau harus diganti, dengan cara memutar saklar kombinasi 2x maka relay harus keluar bunyi cetek. dan ternyata benar keluar bunyi, dan cek keluaran terminal 30 dan 87 menggunakan  multi tester kedua terminal tersebut ( 30 dan 87 ) tersambung. jika tidak tersambung ganti saja.

selanjutnya saya mengecek apakah lampu masih nyala atau tidak dengan cara menyambungkan kabel dari terminal 30 dan 87 dengan kabel, dan ternyata nyala sehingga saya langsung memutuskan untuk mengganti skun dan rumah relay.


untuk video komplitnya bisa di lihat pada vide dibawah ini.



https://youtu.be/e_smD8EYEDA

selamat menonton, dan semoga bermanfaat.

Share:

Mencoba memperbaiki klakson yg mati.

 

Kali ini kita akan membahas tentang repaire klakson yang mati




Share:

Gulung Ulang Tensioner CB150R yang Klotok-klotok

 Selamat sore semuanya,

kali ini kita akan membahas tentang cara gulung ulang / Meninggikan tegangan tensioner CB150R agar mesin tidak klotok2, cara ini sudah saya terapkan, alhamdulillah 2 tahun lebih sembuh dari klotok2 yang waktu itu baru 2 minggu dari dealer magelang.

alat yang digunakan cuma obeng minus kecil

dan kunci ring 8

keduanya terlihat di video.

langsung saja cek ini


https://www.youtube.com/watch?v=1zPQ9efMGtI&t=90s

Share:

Mazda Capella 616 Tahun 1977

Kali ini maaf saya mencoba menawarkan Kendaraan, yang mungkin diantara temen2 suka dengan mobil retro. langsung saja cek video di bawah ini


yang serius bisa WA 085326528801
Share:

Lampu indikator Batry mati Saat Mesin Hidup

Postingan kali ini didasari pertanyaan pada sebuah group, yg mana pertanyaan pada group tersebut tentang starter yg cuma cetek2 setelah mesin belum lama mati ( kondisi panas ). Tapi pada saat dingin / terutama pagi hari setelah mobil didiamkan lama, starter bisa memutar mesin.
Nah pada saat terjadi ini ( cuma cetek2 ),
Batry tidak mampu mendistribusikan arus yang cukup ke motor starter karena memang kehabisan, nah sumber kehabisan arus ini yg perlu ditelusuri, apakah akinya memang sudah waktunya minta ganti ( saat cetek), atau kehabisan arus karena dalam kendaraan terlalu banyak accesoris ( misal aki cma 40A, tapi dibebani mesin cuci, kulkas, tv dll ), atau karena memang tidak ada yg mengisi, dalam hal ini alternator trouble.
analisis saya adalah alternator yang mengalami masalah, kalo ternyata tidak ada accesoris yg bekerja. ( kemungkinan besar regulatornya / IC nya rusak ). Pengalaman saya mengatakan indikator batry mati saat mesin hidup bukan jaminan alternator bekerja mengisi aki, trus akan muncul pertanyaan lain, trus cara ngeceknya bagaimana. Kalo di mobil bensin setelah mesin nyala, lepas kabel +, kalo mesin tidak mati, berati alternator masih bekerja, tpi tidak jaminan ngisi aki, kmdian masih dalam posisi kabel di lepas ini, ukur kabel yg di lepas ini tegangannya berpa? Kalo dibawah 13V, dipastikan aki akan kesulitan terisi ( mesin akan tetap menyala ), yang normal 13-15V, kalo diatas 15V aki akan cepat rusak, jika hasil pengukuran tdak standar silahkan cek regulator/ICnya, bisa jadi dalemnya kebakar.
Share:

Motor Listrik Viar Q1

Berbagi sedikit penglaman tentang Q1, Selama hampir sebulan / nopember kemaren saya di beri kesempatan untuk magang di viar semarang.
Salah satu yg saya pegang saat itu adalah Q1, motor listrik keluaran viar. Tak tanggung motor listrik yang dibenamkan motor listrik yg dibuat oleh bosch electric, juga controllernya.  Dg daya jelajah 60km sekali charge ( batry penuh ).
Credit gambar : www.blibli.com

Saat trial.... wew.... enak juga lho..... nyaman... tapi memang belum nyoba sampe ke kecepatan penuh karena di ruang terbatas.  Berdasarkan informasi dari bagian RnD Viar motor ini aman untuk perjalanan dalam kondisi ujan, selama air tidak mengenai batas tutup batry, tapi ingat bukan untuk di rendam secara keseluruhan ya...
Tapi berdasarkan pengamatan pribadi motor ini jangan digunakan dijalan yang tinggi airnya diatas as roda, khususnya bagian belakang, kenapa karena pada as tersebut ada 4 kabel besar bertegangan sekitar 60V masuk ke pelk roda(bldc). Jika ada air masuk rasanya sangat beresiko. Walaupun saat sy membongkar bldc tersebut seluruh bagian sambungan kabel gede tadi dg lilitan motor sudah diproteksi dg isolator yang mumpuni.

Jujur saja pengen si sama motor ini, karena bagaimanapun motor ini kalo itung2an dengan bensin, motor ini irit anggep saja 50% dari motor bensin. Tapi memang penggunaanya belum sepraktis motor bensin. Kaitannya kalo batrynya abis, harus nunggu paling ndak 5jam. Kalo beli batry double.... weh.... batrynya aja 6juta... mundur alon-alon...

Oya, pada motor ini ada yang belum digunakan secara maksimal, dmn? Saat mengerem pada Q1, electrict yg disuplly ke bldc diputus. Nah saat itu sebenarnya Motor bldc itu sendiri adalah alternator besar, saat mengerem bldc mengeluarkan arus listrik yang belum termanfaatkan. Mungkin belum ketemu kali ya caranya agar pada saat mengerem ini arus yang di hasilkan bldc di supply ke batry. Sayangnya waktu itu lupa ngetes tegangan output saat dari bldc, tapi mungkin perlu adanya bms tambahan yang mbisa mensuplly ke batry.
Share:

Check engine / DTC P0443 Agya

Pagi lur, ngeblog lagi.... mumpung ada kemauan nulis. pagi ini saya di sambati sama Ndoro kepala sekolah tentang P0443 sudah direset tapi muncul lagi kode tersebut, sudah di coba lepas dan pasang lagi juga sama saja. karena belum penah nemu yang kek gini, langsung saja cek sensor yang bermasalah tersebut.  bentuknya seperti di bawah.

Credit gambar by search google :
forward to www.homedepot.com



Posisinya ada di sebelah filter. lepas pake kunci 10 shock sambungan pendek kecil ya ndoro...
sebenere kalo di lihat dari bendanya, object ini bukan sensor, melainkan katup elektromagnetic. dimana katup ini bekerja / membuka kalo di berikan tegangan.

dari sini, sudah langsung kelihatan benda ini akan bekerja dengan adanya tegangan input, langsung saya cek menggunakan batry/aki 12V, Saat di cek ternyata masih bekerja dengan baik.
pasti akan muncul pertanyaan "lo...... kok tahu masih bekerja dengan baik?", sesuai yang saya utarakan diatas, komponen ini bekerja dengan prinsip elektromagnet, maka jika diberikan tegangan maka komponen ini akan mengeluarkan bunyi cete'k, ketika bunyi langsung saja coba terikan tekanan udara pada salah satu sisi lubang. kalo tadinya mampet jadi lancar / sebaliknya, maka sensor dalam keadaan baik. tapi kalo sama saja langsung saja bongkar komponen ini. atau kalo ndak mau repot ke toko beli yang baru.
setelah di pasang lagi dan di reset ternyata Kode P0443 hilang,

Kesimpulan :
belum bisa disimpulkan karena komponen ini baik-baik saja, tapi bisa jadi tegangan yang diberikan oleh kabel dari ecu di bawah standar, sehingga tidak menjadikan komponen ini bekerja dengan sempurna ( butuh dipicu dengan tegangan yang lebih tinggi dulu selenoidnya ), atau bisa jadi di bagian dalam selenoid ada yang kendor ( aslinya belum tahu karena tidak dibongkar ). yang pasti komponen ini di getar terus oleh mesin saat mesin bekerja, jadi bisa jadi dibagian dalam selenoid mulai lemah.

Tambahan:
Kalo dilihat dari struktur penempatan komponen ini, selenoid ini berfungsi untuk mengatur arah uap/gas bahan bakar dalam tangki agar masuk ke dalam ruang intake/filter/ intinya gabung dengan udara yang dimasukkan ke ruang bakar untuk dibakar. Untuk mencegas uap bahan bakar menjadi polutan langsung ke udara saat mesin mati.
Na untuk mobil2 tua bisa ditambahkan alat ini, untuk meningkatkan efisiensi polutan bahan bakar ke udara.
Jika komponen ini rusak / kendor apakah berpengaruh pada performa mesin? Menurut saya tidak, mobil masih bisa berjalan normal. Tapi mungkin bagi yang suka perfect akan merasa terganggu dengan blinking engine lamp / mil / kedip pada dasboard.
Share:

Blog Yang Sering Di Baca

Post Terbaru